Hijab Itu Bukan Ukuran
Juli 04, 2018
Wanita yang memilih berhijab tidak berarti dia sudah merasa suci dan lebih baik dari wanita yang lain.
Tapi dibalik itu ada satu nilai penting yang menjadi pembeda, dia sudah berusaha menutupi aibnya sendiri. Takpeduli alasan dia berhijab itu memang keinginan dia sendiri, disuruh oleh orang lain, tuntutan pekerjaan, lingkungan atau apapun itu. Itu tetap menjadi nilai tambah untuknya.
Sekarang kita sering mendengar kalimat, "Yang penting hijab itu hatinya" . Oke mungkin kita boleh setuju dengan kalimat itu. Tapi kalimat itu tidak bisa mematahkan bahwa hijab itu penting dan wajib untuk wanita. Sekalipun ada wanita berhijab yang mungkin memiliki sifat dan akhlak yang masih menyimpang dan kurang baik. Tapi jangan hina hijabnya. Yang salah dengan dia adalah akhlaknya bukan hijabnya. jangan sampai keluar kata kata "Mending buka aja tuh kerudung, Percuma."
TIDAK!!! Tidak ada kata percuma untuk berhijab. Harusnya kita mendekati dia dan berusaha menyadarkannya atas hal buruk yang dia lakukan, bukan malah meminta dia melepas hijabnya.
analoginya seperti ini, Ada seseorang yang terkena HIV, kita boleh saja membeci dan menjauhi penyakit itum tapi bukan berarti kita harus menjauhi dan membenci sang penderita. sama hal nya dengan ini. Wanita berhijab tapi masih berprilaku buruk , bukan hijabnya yang salah dan harus kita jauhi, tapi penyakitnya, sifat buruknya itu yang harus di hancurkan.
Jika kita hanya terus menerus menghina dan menyinggung hijabnya, menyebutnya dengan kalimat munafik atau apapun. Itu hanya akan membuat dia merasa terpuruk dan merasa tak pantas berhijab dan akhirnya dia melepas hijabnya.
Sekali lagi hijab itu bukan ukuran seorang wanita sudah menjadi suci dan merasa lebih baik dari wania yng lainnya. Tapi wanita yang berhijab sudah pasti berusaha menutupi aibnya sendiri dan berusaha memperbaiki dirinya.
Jika seorang wanita yang memakai hijab haruslah wanita yang suci dan tak pernah berbuat kesalahan sedikitpun maka siapa yang pantas menggunakan hijab di dunia ini?
https://www.youtube.com/watch?v=APwy-XT7wuE&t=21s
Tapi dibalik itu ada satu nilai penting yang menjadi pembeda, dia sudah berusaha menutupi aibnya sendiri. Takpeduli alasan dia berhijab itu memang keinginan dia sendiri, disuruh oleh orang lain, tuntutan pekerjaan, lingkungan atau apapun itu. Itu tetap menjadi nilai tambah untuknya.
Sekarang kita sering mendengar kalimat, "Yang penting hijab itu hatinya" . Oke mungkin kita boleh setuju dengan kalimat itu. Tapi kalimat itu tidak bisa mematahkan bahwa hijab itu penting dan wajib untuk wanita. Sekalipun ada wanita berhijab yang mungkin memiliki sifat dan akhlak yang masih menyimpang dan kurang baik. Tapi jangan hina hijabnya. Yang salah dengan dia adalah akhlaknya bukan hijabnya. jangan sampai keluar kata kata "Mending buka aja tuh kerudung, Percuma."
TIDAK!!! Tidak ada kata percuma untuk berhijab. Harusnya kita mendekati dia dan berusaha menyadarkannya atas hal buruk yang dia lakukan, bukan malah meminta dia melepas hijabnya.
analoginya seperti ini, Ada seseorang yang terkena HIV, kita boleh saja membeci dan menjauhi penyakit itum tapi bukan berarti kita harus menjauhi dan membenci sang penderita. sama hal nya dengan ini. Wanita berhijab tapi masih berprilaku buruk , bukan hijabnya yang salah dan harus kita jauhi, tapi penyakitnya, sifat buruknya itu yang harus di hancurkan.
Jika kita hanya terus menerus menghina dan menyinggung hijabnya, menyebutnya dengan kalimat munafik atau apapun. Itu hanya akan membuat dia merasa terpuruk dan merasa tak pantas berhijab dan akhirnya dia melepas hijabnya.
Sekali lagi hijab itu bukan ukuran seorang wanita sudah menjadi suci dan merasa lebih baik dari wania yng lainnya. Tapi wanita yang berhijab sudah pasti berusaha menutupi aibnya sendiri dan berusaha memperbaiki dirinya.
Jika seorang wanita yang memakai hijab haruslah wanita yang suci dan tak pernah berbuat kesalahan sedikitpun maka siapa yang pantas menggunakan hijab di dunia ini?

0 komentar